Jangkrik merupakan hewan yang aktif pada malam hari dan menyukai tempat yang jauh dari keramaian, oleh karena itu jika kita ingin beternak jangkrik maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, diantaranya :
Memilih tempat yang tidak bising seperti jalan raya, pasar, atau tempat-tempat keramaian lainnya. Hindari tempat yang banyak predatornya seperti cicak, tokek, kodok dan yang lainnya. Pilihlah tempat yg teduh yg tidak mendapatkan sinar matahari secara berlebihan. Hal tersebut sangatlah penting diperhatikan karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil yang maksimal. Dibawah ini saya akan menjelaskan teknis cara ternak jangkrik.
Langkah-langkah Budidaya Jangkrik
Untuk mendapatkan hasil ternak jangkrik yang maksimal maka diperlukan langkah-langkah budidaya jangrik secara benar. langkah tersebeut diantaranya :1. Kandang Jangkrik
![]() |
| Kandang Jangkrik |
Kandang jangkrik dapat dibuat menggunakan papan kayu namun pada umumnya para pembudidaya membuatnya dari bahan triplek, hal ini dimaksudkan agar lebih ringan dan mudah bila suatu saat kandang tersebut dipindahkan. Dalam pembuatan kandang baiknya diperhatikan juga sirkulasi udaranya agar suhu yg ada didalam kandang tidak terlalu panas sehingga jangkrik tidak mudah stres dan mati. Untuk ukuran kandang jangkrik sebenarnya bebas, yang penting sesuai dengan jumlah populasi jangkrik yg ada ditiap-tiap kandang.
Bahan Membuat Kandang / Box Jangkrik :
![]() |
| Box Jangkrik |
- Papan Triplek / Papan kayu.
- Kayu reng (sebagai kaki-kaki kandang).
- Paku atau lem kayu.
- Lakban coklat (lakban yg biasa digunakan untuk kardus).
- Kawat strimin/kawat ram ( ukuran yg paling kecil agar predator tidak bisa masuk ke kandang).
- Tre (wadah bekas telur).
- Dedaunan kering.
- Lumpur sawah.
- Botol Bekas.
- Oli/Minyak tanah.
- Cara membuat kandang jangkrik adalah sebagai berikut
- Pertama, buatlah kandang dengan bentuk persegi panjang dengan bahan yg sudah disiapkan tadi ( papan triplek, kayu reng, paku atau lem kayu), ukurannya sesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, ukuran kandang panjang=200 cm, lebar= 60 cm, tinggi=40 cm. Bila anda ingin berternak jangkrik dalam jumlah banyak dan menggunakan beberapa kandang solusinya adalah buatlah kandang dengan sistem bersusun (bertingkat), karena dengan sistem ini kita dapat memaksimalkan jumlah budidaya dengan memanfaatkan ruangan yang tersedia.
- Kedua, buatlah sirkulasi udara dengan menggunakan kawat ram, bisa dibagian samping atas kandang/sisi, atau di bagian penutup kandang. pembuatan sirkulasi udara dibagian sisi kandang posisinya harus diatas lakban.
- Ketiga, Tempelkan lakban pada bagian dalam atas kandang, pemasangan lakban bertujuan agar jangkrik tidak bisa merayap keatas dikarenakan licin sehingga jangkrik tidak bisa keluar.
- Keempat, Lumuri sisi-sisi kandang bagian dalam menggunakan lumpur sawah agar jangkrik merasa seperti berada dihabitat aslinya. masukkan tre juga dedaunan kering seperti daun pisang, daun jati atau yg lainnya sebagai tempat persembunyian jangkrik karena akan meminimalisir sifat kanibalisme pada jangkrik.
- Kelima, potong botol bekas lalu masukkan kaki-kaki kandang kedalam botol-botol tersebut, masukkan oli atau minyak tanah kedalam botol tadi agar hewan-hewan kecil (semut, serangga) tidak bisa merayap ke kandang.
2. Sistem Budidaya Jangkrik
Budidaya jangkrik dapat dilakukan dengan dua pilihan yaitu dengan cara mengawinkan induk atau menetaskan telur jangkrik. Semua tergantung pada anda masing-masing ingin membudidayakan dengan cara apa. Adapun penjelasannya sebagai berikut :A. Budidaya Dengan Cara Mengawinkan Induk Jangkrik
Untuk membudidayakan jangkrik dengan sistem perkawinan yang perlu diperhatikan adalah kualitas sang induk karena akan mempengaruhi hasil keturunannya. Sebaiknya induk jangkrik didapatkan dari alam bebas karena ketahanan tubuhnya lebih kuat, lincah, dan agresif.Ciri-Ciri Jangkrik Jantan :
- Tubuh pendek dan besar.
- Permukaan sayap punggung kasar.
- Mengerik.
- Tidak memiliki ovipositor (jarum penyuntik telur).
Ciri-Ciri Jangkrik Betina :
- Tubuh ramping dan panjang.
- Permukaan sayap punggung halus dan mengkilat.
- Tidak mengerik.
- Memiliki ovipositor.
- Berumur 60 - 80 hari.
- Sayap sudah tumbuh.
- Ovipositor utuh berwarna hitam dan kaku. (jika masih berwarna putih berarti belum siap untuk dikawinkan).
- Fisik lengkap.
Masukkan induk jangkrik yg akan dikawinkan kedalam kandang, perbandingan induk jangkrik betina dan jantan adalah 2:10. Letakkan nampan yg berisi pasir halus sebagai tempat bertelurnya jangkrik. setelah jangkrik bertelur kira-kira 5 hari segera pisahkan induknya untuk mencegah agar tidak dimakan. Kondisikan agar pasir tetap lembab dengan menyemprotkan air atau bisa juga ditambah dengan antibiotik untuk membunuh virus atau penyakit
B. Budidaya Dengan Menetaskan Telur
Selain dengan cara mengawinkan induk untuk produksi telur kita juga dapat membudidayakan jangkrik dengan sistem penetasan. Lalu darimana kita bisa mendapatkan telur-telur jangkrik tersebut? Di tahun 2014 ini sudah banyak sekali para pembudidaya yang tidak hanya menjual jangkrik tetapi juga menjual telur jangkrik. kita bisa mendapatkan telur-telur jangkrik dengan membelinya pada pembudidaya-pembudiaya jangkrik tersebut.
Cara Menetaskan Telur Jangkrik
Menetaskan telur jangkrik dapat dilakukan dengan dua cara, yang pertama menetaskan telur dengan media kain, dan yang kedua adalah menetaskan telur dengan media pasir. Dalam menetaskan telur jangkrik gunakan kandang yg berukuran kecil saja, ini dimaksudkan agar lebih mudah dalam melakukan pengontrolan. Dan syarat-syarat kandang sama seperti kandang utama.
Menetaskan Dengan Media Kain
- Siapkan beberapa kain ukuran 25cm x 25 cm.
- Masukkan 1 sendok telur kedalam kain tersebut lalu lipat sisi kain ketengah dari bagian kanan, kiri, atas, dan bawah. Dalam melipat kain janganlah terlalu rapat, beri kelonggaran agar sewaktu telur sudah menetas anak jangkrik dapat keluar dari kain tersebut.
- masukkan kain tersebut kedalam wadah kecil lalu masukkan kedalam kandang penetasan.
- Lakukan pengecekkan dan penyemprotan secara rutin supaya kain tetap lembab.
Menetaskan Dengan Media Pasir
- Siapkan media penetasan nampan yg sudah berisi pasir lembut.
- Masukkan telur jangkrik diatas media tersebut lalu taburkan lagi pasir secara merata dan jangan terlalu tebal.
- Semprotkan air agar media penetasan selalu lembab.Telur akan berubah warna menjadi kuning keruh kehitaman dan menetas setelah 3-6 hari. Setelah telur menetas anak jangkrik masih dapat dipelihara dalam kandang penetasan selama 7-10 hari. Namun perlu perawatan yg intensif karena pertumbuhan jangkrik ini sangatlah pesat. Usahakan pemberian pakan tidak pernah terlambat karena kalau tidak jangkrik akan menjadi kanibal yang mengakibatkan menyusutnya jumlah anakan jangkrik.
- Setelah 10 hari anakan jangkrik dapat dipindahkan ke kandang utama. Untuk menjaga kelembaban bisa menggunakan botol yg diisi air lalu letakkan kapas dipucuknya sampai kapas basah dan masukkan botol-botol tadi kedalam kandang jangkrik.
3. Pakan Jangkrik
Pemberian pakan untuk jangkrik yg baru menetas adalah voor halus, wortel yg dipotong kecil-kecil, kacang ijo, beras merah, jagung kering, dan kedelai yg sudah dihaluskan. Sedangkan untuk vase selanjutnya atau untuk indukan bisa diberi pakan wortel, sawi, ketimun, daun singkong, jagung muda, kacang tanah, dan masih banyak lainnya. Untuk mencegah datangnya penyakit, makanan yg sudah tidak layak haruslah dibuang agar tidak muncul jamur pada makanan dan kandang sehingga berakibat buruk bagi kesehatan dan pertumbuhan jangkrik.
Untuk pemesanan Bibit Jangkrik Kualitas Unggul
SMS / WhatsApp : 0856-5664-2692
BBM : D1C76418
![]() |
| Penjual Bibit Jangkrik 98% Menetas |
![]() |
| Penjual Bibit Jangkrik 98% Menetas |
![]() |
| Penjual Bibit Jangkrik 98% Menetas |
![]() |
| Penjual Bibit Jangkrik 98% Menetas |
![]() |
| Penjual Bibit Jangkrik 98% Menetas |






